SETIA WALAU DICEMOOH
Mazmur 119:49-56
Rudi adalah salah satu dari sedikit pengikut Kristus yang menjadi karyawan di sebuah perusahaan. Rudi adalah pribadi yang jujur dan berdisiplin. Ia tidak pernah datang terlambat ke kantor dan selalu menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Namun, sebagian rekan kerjanya justru tidak menyukai Rudi karena kejujuran dan kedisiplinannya itu. Mereka sering mengejek Rudi sebagai orang yang sok saleh, sok suci, dan sebutan-sebutan lainnya. Pada jam istirahat, ketika makan di kantin, mereka bahkan menjauhi Rudi.
Apa yang mereka lakukan terhadap Rudi merupakan gambaran tindakan mencemooh. Kata mencemooh berarti mengejek atau menghina seseorang atau sesuatu, sering kali disertai ekspresi wajah atau nada suara yang menunjukkan ketidaksetujuan, sikap merendahkan, atau penghinaan yang jelas. Mencemooh juga dapat dipahami sebagai perlakuan atau sikap yang merendahkan, menolak, mengabaikan, atau menertawakan orang lain secara terbuka dan tidak sopan.
Di berbagai tempat, bisa saja terjadi bahwa karena kita berusaha hidup setia menaati kebenaran firman Tuhan, kita akan mengalami cemoohan. Ketika hal itu terjadi, kita memiliki pilihan: mengikuti arus karena tidak tahan terhadap tekanan yang ada, atau tetap bertahan dalam kesetiaan hidup sesuai kebenaran firman Tuhan, dengan percaya bahwa tangan kasih Tuhan selalu terulur untuk menopang kita. Pemazmur telah menetapkan pilihannya. Bagaimana dengan kita? (Wasiat)
DOA: Ya Bapa yang penuh kasih, kuatkan kami agar tetap setia hidup dalam kebenaran-Mu sekalipun kami dicemooh. Amin.